Di siang hari yang panas, Jajang di
berhentikan oleh polisi karena dia melanggar lampu lalu lintas. Jajang yang
terlihat panik berhenti dan pak polisi mendekatinya.
Polisi : “Selamat siang pak, bisa lihat surat-suratnya.”
Jajang : “Siangg Pak, ini pak STNK dan
SIM saya.”
Polisi : “Surat-suratnya lengkap dan
sesuai, tapi bapak tau apa kesalahan bapak apa?”
Jajang : “Apa ya pak? Saya tidak tahu.”
Jajang berpura-pura tidak tahu kesalahannya.
Polisi : “Bapak sudah melanggar lampu
lalu lintas. Lampu menunjukkan warna merah artinya berhenti tapi bapak terus
melaju.”
Jajang : “Oh itu pak, maaf pak saya
tidak tahu pak, saya buta warna jadi saya tidak bisa membedakan mana warna
merah, mana warna kuning dan mana warna hijau pak.”
Polisi : “Baiklah, karena kesalahan
bapak, bapak saya tilang ya. Silahkan bapak hadir di persidangan.”
Jajang : “Loh? Tadi kan saya sudah
bilang pak kalau saya buta warna.”
Polisi : “Ya saya sudah mendengarnya
tadi, tapi Pak di mana-mana lampu lalu lintas itu berurutan. Lampu pertama
berwarna merah, lampu kedua berwarna kuning, dan lampu ketiga berwarna hijau.
Apa bapak juga buta akan urutan? Dan sekarang silahkan ini ambil tiket tilang
bapak. Selamat siang.”
Dengan kesal Jajang mengambil tiket
tersebut dan pergi sambil terus menggurutu karena dia tidak berhasil dengan
alasan tersebut.
Karya : Maya Maesaroh
Tema : Sosial
Tidak ada komentar:
Posting Komentar