Tahun ini Cecep berhasil lulus SMA di
Garut. Ia berencana untuk melanjutkan kuliah di Universitas Gajah Mada yang
berada di Kota Yogyakarta. Sebelum Cecep berangkat tak lupa Ia berpamitan
kepada kedua orang tuanya.
Abah :”Jang,
hati-hati kamu di sana yah. Jangan lupa solatnya dan belajar yang serius di sana!”
Cecep :”Iya
abah, Cecep pasti akan membanggakan abah dan ambu. Cecep pasti akan jadi
Sarjana yang pertama dari kampung kita.”
Ambu :”Ambu
hanya titip pesan, hati-hati bergaul disana, apalagi kamu belum bisa berbahasa
Jawa. Jaga ucapanmu di sana, karena lain di sini lain pula di sana Cep.”
Cecep :”Iya
ambu, Cecep akan mengingat semua pesan abah dan ambu. Sekarang Cecep pamit
berangkat, doakan Cecep ya.”
Akhirnya
Cecep pun berangkat. Setelah 15 jam perjalanan yang cukup membuat Cecep lelah
dan lapar, Cecep memutuskan untuk mencari warung nasi sebelum ia melanjutkan
perjalanan menuju UGM.
Cecep :”Nah
itu dia ada warung nasi, isi perut dulu biar otak tetap fokus.”
Setelah berada di dalam warung nasi.
Cecep :”Malam
mas.”
Penjaga Warung :”Malam mas, mau makan sama apa mas?”
Cecep :”Saya
mau ayam goreng, tempe, sama sayur asemnya ya mas.”
Penjaga Warung :”Monggo mas ini silahkan dinikmati.”
Cecep dengan lahap menyantap makanan
yang telah disediakan oleh mas penjaga warung tersebut.
Penjaga Warung :”Wah sudah habis lagi. Lapar banget ya mas?”
Cecep :”Iya
nih mas, maklum perjalanan saya untuk kemari jauh dan lama mas.”
Penjaga Warung :”Memangnya mas ini asalnya darimana?”
Cecep :”Saya
dari Garut mas, ke Yogya ini untuk kuliah.”
Penjaga Warung :”Oalah dari Garut toh, gimana mas makanan warung saya? Uenak mas?”
Cecep :”Enak
mas enak, tapi sayur asemnya ko agak amis ya?” (Amis dalam bahasa sunda artinya
manis)
Penjaga Warung :”Eh? Amis gimana mas? Ini kan sayur asem tidak pakai ikan, kok bisa
amis, bagaimana mas ini?” (amis dalam bahasa jawa artinya bau ikan)
Cecep :”Loh
memang tidak ada hubungannya sama ikan mas, mungkin ini amis gara-gara pake
gula ya?”
Penjaga Warung :”Oh di kampung mas gulanya bau amis toh. Kalau di sini gulanya
dari aren mas.”
Cecep
kebingungan dan memutuskan untuk membayar makanan yang sudah dia makan, lalu
setelah itu dia pun pergi dari warung itu dan melanjutkan perjalanan menuju
UGM.
Penjaga Warung :”Aneh orang itu, ini sayur manis begini bisa-bisanya dibilang
amis, dasar perantau.”
Karya : Ahmad Math Khader
Tema : Masyarakat (Sosial)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar